sweet

Friday, March 23, 2012

Penatalaksanaan Pada kehamilan Ektopik
Pada umumnya dilakukan laparotomi. Dalam tindakan demikian, beberapa ha harus diperhatikan dan dipertimbangkan yaitu sebagai berikut:
1.     Kondisi ibu pada saat itu
2.     Keinginan ibu untuk mempertahankan fungsi reproduksinya
3.     Lokasi kehamilan ektopik
4.     Kondisi anatomis organ pelvis
5.     Kemampuan teknik bedahmikro dokter
6.     Kemampuan teknologi fertilisasi in vitro setempat
Hasil pertimbangan ini menentukan apakah perlu dilakukan salpingektomi pada kehamilan tuba atau dapat dilakukan pembedahan konservatif. Apabila kondisi ibu buruk misalnya dalam keadaan syok, lebih baik dilakukan salpingektomi. Pada kasus kehamilan ektopik di pars ambularis tuba yang belum pecah biasanya ditangani dengan menggunakan kemoterapi untuk menghindari tindakan pembedahan.

gambar alam nan sejuk


gambar villa sejuk


gambar alam indahhh


ISU PERAWATAN SEHARI PADA ANAK


Proporsi wanita pekerja yang memiliki anak terus menanjak. Pertumbuhan partisipasi wanita yang cepat dalam tenaga kerja memberikan arti adanya suatu pertumbuhan yang berlangsung bersamaan dengan perawatan anak bagi anak anak usia prasekolah hingga usia sekolah.
Banyak ibu-ibu sekarang, ditantang tidak hanya dengan kompleksitas bagaiman meningkatkan anak mereka tetapi juga menghadapi realita ekonomi dan sosial dari kehidupan dalam abad pergerakan dan industrialisai tinggi, dipaksakan untuk memutuskan siapa dapat membantu mereka dalam upaya perawatan sehari. Persis pada saat ketika kasih sayang antara ibu dan anak keliatan menjadi begitu penting, kebanyakan ibu harus dihadapkan dengan kebutuhan perawatan sehari.
Para ibu dan sejumlah ilmuwan sosial membahas persoalan ini bahwa perawatan sehari pada akhirnya tidak sebaik perawatan yang diberikan oleh ibunya. Misalnya, Levine (1988) berpendapat bahwa terdapat bukti penting bahwa anak-anak di “perawatan hari” menderita lebih banyak penyakit dan masalah emosional (cemas akibat berpisah) daripada mereka yang tetap berada dirumah bersama ibu, dan mereka bersosialisasi secara memperhatinkan apabila mereka dikirim ke perawatan sehari terlalu dini atau terlalu lama. Kagan (1978) tidak berbeda pendapat, ia mengemukakan bahwa dalam studi-studi yang ia telaah, tidak ada perbedaan hasil yang dicapai antara anak yang tinggal di rumah dengan ibu dan mereka yang secara teratur berpartisipasi dalam perawatan sehari.
Hofferth dan philips (1987) melaporkan evaluasi mereka sendiri tentang pekerjaan dari ibu. Mereka menemukan bahwa pekerjaan dari ibu tidak memiliki pengaruh positif dan negatif yang konsisten terhadapa anak. Netralitas dari temuan-temuan riset ini jelasnya mempunyai pengaruh penting terhadap jaminan bagi ibu-ibu yang bekerja bahwa bekerja tidak menimbulkan masalah.

Thursday, March 22, 2012

MEMBESARKAN ANAK DALAM KELUARGA RESIKO TINGGI


Ada banyak sekali suasana yang digambarkan dalam literatur, yang kemungkinan besar menimbulkan stres yang berlebihan terhadap orang tua dan keluarga. Keluarga yang sedang stres merupakan keluarga memiliki resiko tinggi. Berdasarkan teori sistem, kita tahu efek riak terjadi ketika stres dialami oleh seorang anggota keluarga atau sebuah subsistem. Karena efek ini, keseluruhan sistem keluarga pada akhirnya akan dipengaruhi. Interaksi-interaksi dan hubungan-hubungan antara orang tua-anak sebagian akan terpengaruh, dan ketika hubungan orang tua – anak terpengaruh, perilaku menjadi orang tua pun akan terganggu pula (membesarkan anak).
Stresor-stresor yang menimbulkan keluarga-keluarga beresiko tinggi, berasal dari ibu seperti ibu yang masih remaja, anak seperti seorang anak yang menderita sakit yang membahayakan hidup atau lungkungan keluarga seperti bencana lokal. Contoh-contoh situasi beresiko tinggi ini adalah sebagai berikut. Ketika terdapat suatu hubungan perkawinan yang disfungsional maka hubungan ini mempengaruhi orangtua-anak secara negatif. Malahan, dari begitu banyak studi yang dilakukan terbukti bahwa ketika ibu amat terganggu, kemampuan menjadi oarng tua mereka menurun tajam (Shapiro, 1983). Jika orang tua memiliki anak anak sakit yang serius, perawatan terhadap anak menjadi begitu serius sehingga hanya terdapat sisa waktu yang sedikit saja. Lalu anak dan ibu terikat dalam hubungan mereka dan anak anak yang lain akan terlantar.
Dengan demikian, membesarkan anak pada sibling yang sehat maupun sakit pun terganggu. Orangtua sering memperlakukan anak mereka sakita atau cacat dengan cara yang berbeda-beda yang khusus atau yang rentan. Ini menciptakan masalah-masalah terentu ketika orangtua mencoba kembali pada praktik-praktik menjadi orangtua yang normal.

PENGARUH SAKIT DAN CACAT TERHADAP TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


Sakit yang serius atau cacat jangka panjang dari seorang anggot keluarga sangat mempengaruhi keluarga dan fungsi keluarga, karena perilaku keluarga sangat mempengaruhi perjalanan dan karakteristik sakit atau cacat amat mempengaruhi perkembangan keluarga dan perkembangan anggota keluarga secara individual, khususnya anggota keluarga yang sakit atau cacat. Seringkali bila keluarga lambat dalam memenuhi tugas-tugas perkembangannya, interaksi dari tuntutan atu stresor perkembangan dan tuntutan situasi memperburuk dan membebani keluarga. Stress tambahan yang ditimbulkan oelh kehadiran kedua jenis stresor tersebut sering menurunkan fungsi keluarga, akibatnya penguasaan tugas-tugas perkembangan terhalang atau terhambat.
Sejauh mana tugas-tugas perkembangan dipengaruhi terghantung pada beberapa faktor. sudah tentu yang pertama adalah tahap siklus kehidupan keluarga. Kedua adalah anggota keluarga menjadi sakit serius atau cacat sehingga menciptakan suatu perbedaan. Beberapa tahap siklus kehidupan tertentu mempunyai bahaya dalam hal perkembangan dan individu-individu tertentu dalam keluarga lebih terpusat dalam hubungannya dengan tugas-tugas perkembangan keluarga dari tahap perkembangan tertentu. Misalnya dalam sebuah keluarga dengan remaja, jika remaja itu menderita cedera serius dan berada dalam keadaan tidak mandiri, ini sangat menghambat penguasaan tugas-tugas perkembangan oleh remaja tersebut karena lebih tergantung pada keluarga. Demikian juga dengan tugas perkembangan yang menangani kebebasan berimbang dengan rasa tanggung jawab sehingga membantu remaja ini agar lebih otonom akan terhambat juga. Tantangan bagi keluarga adalah berupaya untuk memulai lagi memperhatikan tugas-tugas perkembangan normal secepat mungkin.
Faktor penting lain yang menciptakan perbedaan mengenai dampak sakit atau cacat terhadap perkembangan keluarga adalah sumber-sumber formal dan informal yang digunakan oleh keluarga. Sebuah sistem sosial yang baik dari keluarga besar dan teman-teman dan juga dukungan psikososial dan kesehatan yang kompeten akan memperbesar kemampuan keluarga untuk kembali pada jalur perkembangan dengan lebih cepat.
Bila bekerja dengan sebuah keluarga dengan sakit yang serius dan cacat adalah sangat bermanfaat untuk membandingkan tugas-tugas perkembangan keluarga yang “ideal”dalam suatu tahap siklus kehidupan yang sesuai dengan laku keluarga yang aktual (Friedman, 1987). Tipe perbandingan ini bermanfaat untuk mengevaluasi dampak yang mungkin dari sakit atau cacat pada keluarga.